Selasa, 29 Juni 2010

mengenal Allah (Ma'rifatullah)

Mengaku beriman? Pasti dong. Beriman kepada siapa? Tuhan. Ehm, siapa sih Tuhanmu, udah kenal belum? Ya. Sebagian manusia mungkin akan menjawab demikian. Pastinya. Karena kalau hari ini masih mempertanyakan Tuhan, wah gawat. Benar-benar gawat. Terakhir nih yakin sudah kenal dengan Tuhan?
Daripada sibuk tanya jawab langsung saja deh pada topik kita kali ini yaitu mengenal Tuhan yaitu Allah. Tiada Tuhan selain Allah atau kerennya Ma’rifatullah.
Darimana kita tahu kalau nama Tuhan itu Allah? Sangat jelas kawan tertulis dalam Al Qur’an surah Thaha:14 “Sungguh, Aku ini Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakan shalat untuk mengingat Aku.” Wow, tegas banget kan.
Allah juga berfirman dalam surah Ali’Imran:18 “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Dia,(demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
MA’RIFATULLAH??
Ma’rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah, karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu.
Menurut Ibn Al Qayyim : Ma’rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma’rifah (orang-orang yang mengenali Allah) adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya”.
Ma’rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata, namun ma’riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah, mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.
KENAPA KITA HARUS MENGENAL ALLAH? EMANG PENTING?
Ya, PENTING banget. Urgensi atau pentingnya mengenal Allah.
1.Puncak kesadaran yang akan memasukkan manusia ke dalam surga dengan kebajikan-kebajikan yang dilakukannya.
QS Muhammad: 12 “Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan ; dan kelak nerakalah tempat tinggal bagi mereka.
2.Adalah asas / landasan perjalanan ruhiyah manusia secara keseluruhan
3.Darinya manusia terdorong untuk mengenali Rasul dan nabi
4.Darinya manusia tahu perjalanan hidupnya dan akhir perjalanan hidupnya di alam kubur ke akhirat.
GIMANA CARANYA? DENGAN APA?
Okey!! Adapun sarana Ma’rifatullah:
1.Akal sehat=merenungi ciptaanNya
QS Yunus: 101 “Katakanlah, ‘Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!’ Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (Kebesaran Allah) dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.”
2.Para Rasul
QS Al Hadid:25 “Sungguh, Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong agamaNya dan Rasul-rasulNya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.”
3.Asma wa sifat= nama dan sifat-sifat Allah
Melalui nama dan sifat-sifat Allah yang disertai dengan perenungan makna akan mengenalkan kita padaNya.
Afwan, mungkin hanya ini yang bisa saya tulis pada kesempatan ini. Marilah kita mengenali Allah, Tuhan kita, Tuhan seluruh alam. Tafakuri dan renungilah ciptaanNya!!! Ada bukti-bukti keberadaan Allah di balik daunan hijau dan birunya laut dsb.
Ada sedikt perumpamaan nih, semoga nyambung.
“Kita memiliki tunas-tunas cinta pada Allah. Tunas cinta ini ada pada setiap orang baik itu nasrani, yahudi dll. Bayi itu lahir dengan fitrah, tapi tunas cintanya kepada Allah kemudian mati orang tuanya dank arena pupuk yang salah. Pupuk yang benar untuk terus menumbuhkan tunas itu hingga berbuah adalah Al Qur’an dan hadist.”
Jangan pernah puas dan teruslah belajar dan mencari ilmuNya. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kelengkapan materi.he…he..he. Jazakumullah khaer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar