Tokoh Islam pertama yang akan dibahas di sini adalah Abu Bakar, kok?? Aku masih ingat kalau kisah Abu Bakar adalah tugas pertamaku pada saat tarbiyah. Dan dengan bangga aku persembahkan kisahnya.
Beliau lahir dua tahun beberapa bulan setelah kelahiran Rasulullah Saw di kota Mekkah. Atau pada tahun 51 sebelum Hijriah (751 M). Nama lengkapanya Abdullah bin Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab at-Taimy al-Qursy. Dulunya bernama Abdul Ka’bah, kemudian Rasulullah mengantinya dengan nama Abdullah. Gelarnya As-Sidiq; orang percaya. Ketika terjadi peristiwa Isro’ dan Mi’roj, beliaulah termasuk orang pertama yang percaya dengan peristiwa itu. Maka beliau digelari as-Siddiq. Nama panggilanya Abu Bakar. Ibunya bernama ummul Khoir Salma binti Shahr bin ‘Amir .
Di kalangan kaumnya dikenal dengan al-‘Atiq. Konon ceritanya Rasulullah pernah berkata; “Kamu adalah hamba Allah yang dijauhkan (‘Atiq) dari api neraka”. Maka sejak itulah terkenal di kalangan sahabat dengan sebutan al-‘Atiq. Pendapat lain mengatakan karena wajahnya yang ganteng. Pendapat lain karena banyak memerdekakan budak muslim seperti Bilal. Pendapat lain karena tidak ada cacat dalam nasabnya.
Mengenai pribadinya, Ibn Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin az-Zubair, “Ketika para sahabat sedang kumpul dalam suatu majlis, seseorang bertanya kepada Abu Bakar. “Apakah kamu pernah minum khomer pada masa Jahiliyah?” kata orang itu. Beliau menjawab, “Aku berlingung kepada Allah. “Kenapa” orang itu bertanya. “Saya dapat menjaga kehormatan diriku dan muruah. Sebab orang yang minum khomer hilang kehormatannya dan muruahnya” jawab Abu Bakar. Orang pun melaporkan kepada Rasulullah. Rasulullah berkata, “Abu Bakar benar. Abu Bakar benar.” Dari Aisyah ‘Aisyah r.a. berkata, “Demi Allah, Abu Bakar r.a. belum pernah membaca syair pada masa Jahiliyah dan Islam. Beliau dan Utsman bin ‘Affan tidak pernah meminum khomer/arak.”
Pada waktu Rasulullah wafat, kaum muslimin mulai guncang dan kebinggungan akan keberlangsungan Islam. Melihat kondisi yang sangat membahayakan ini, beliau dengan lantang berkata; “ Siapa diantara kalian yang menyembah Muhammad (Rasulullah), maka Muhammad sudah wafat. Tapi barangsiapa menyembah Allah SWT maka Allah SWT itu hidup dan tidak akan mati.” Mendengar ucapan itu, maka tenanglah hati umat Islam. Hingga akhirnya Allah SWT menguatkan keimanan mereka.
Selepas Rasululllah wafat, beliau diangkat menjadi kholifah oleh kaum muslimin pada tahun 11 H. Inilah sejarah pergantian kepemimpinan umat Islam untuk pertama kali yang didasarkan pada syuro’ (musyawarah). Pada waktu dipilih menjadi kholifah beliau berkata; “Aku diangkat menjadi pemimpin kalian tapi bukan berarti aku yang paling baik dari kalian. Sekiranya aku melakukan kebaikan maka kalian harus menolongnya dan sekiranya aku berbuat salah maka kalian wajib meluruskan dan mengingatkan. Kejujuran adalah amanah dan berdusta adalah khianat dan pengingkaran terhadap yang benar. Orang-orang yang lemah diantara kalian, bagiku adalah orang kuat hingga aku memberikan haknya. Dan orang-orang yang kuat diantara kalian, bagiku adalah lemah hingga aku ambil hak-hak itu darinya.”
Istri-istri beliau; Ummu Rumman binti ‘Amir, Qutailah binti Abdul Izza, Asma’ binti ‘Umais dan Habibah binti Khorijah. Lahir dari perkawinnya tiga anak laki-laki dan tiga perempuan. Tiga anak laki-laki itu; Abdullah, Abdurrahman dan Muhammad. 3 anak perempuannya; Asma’, Aisyah (istri Rasulullah) dan Ummu Kultsum.
Beliau sangat pandai dalam ilmu nasab (silsisah keturunan) suku dan juga penceritaannya. Beliau termasuk dari ketua-ketua Quraisy di masa Jahiliyah yang disegani dan senangi karena sikapnya yang bijak. Selama hidupnya belum pernah minum khomer dan menyembah patung. Ketika di Yaman, seorang syeik dari al-Azd pernah memberitahu tentang hadirnya kenabian Muhammad Saw. Beliau orang pertama yang meyakini dan mempercayai kenabian Muhammad. Seperti halnya berita yang disampaikan Waroqoh bin Naufal kepada beliau mengenai kenabian Muhammad Saw.
Pada waktu hijrah, beliau menjadi teman Rasulullah dalam perjalanan hijrah itu, begitu juga ketika Rasulullah berada di gua Hira. Hal ini bisa dibaca dalam firman Allah; “…sedang ia salah seorang dari dua sahabat pada waktu di gua Hiro..(QS.at-taubah:40). Ketika melakukan ibadah haji beliau orang pertama menjadi amir (ketua) rombongan kaum muslimin dalam haji tersebut dan orang pertama yang menjadi imam sholat setelah wafatnya Rasulullah.
Diantara orang-orang yang memeluk Islam atas jasanya adalah; az-Zubair bin al-Awwa, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin ‘Auf, Saad bin Abu Waqos, Tholhah bin Ubaidillah, Abu ‘Ubaidah bin Jarrah. Mereka termasuk 10 orang-orang yang diberitakan masuk surga. Termasuk beliau juga.
Beliau telah memerdekakan 7 orang; Bilal, ‘Amir bin Fahiroh, Zanirah, Nahdiyah dan anak perempuannya, Jariyah bani Muammal dan Ummu ‘Abis. Mengumpulkan mushaf yang tersebar di pelbagai pelosok. Beliau juga orang yang sangat tegas memerangi orang-orang murtad (keluar dari Islam) dan engan membayar zakat. Pada masa beliau memangku kholifah, syiar Islam tersebar melalui penaklukan ke pelbagai negara. Inilah sejarah awal penaklukan dalam Islam. Ada 142 hadits yang diriwayatkankan. Diantara riwayat hadits dari beliau; Suatu ketika Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku do’a dalam sholat.” Rasulullah menjawab: “berdoalah dengan ini; “Allahumma inni dholamtu nafsi dhulman katsiro…(Wahai Allah, aku banyak berbuat kedhaliman, tidak ada orang yang boleh berikan ampunan dosa-dosa dholimku kecuali Engkau. Maka berilah ampunana atas semua dosa-dosaku dan berilah kasih sayang dan rahmat. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemberi Ampunan dan Kasih sayang” (HR.Bukhori)
Apa kata Rasulullah mengenai pribadinya: “Tidak seorangpun diantara manusia yang lebih banyak dari Abu Bakar dalam menjaga diriku denganm jiwa dan hartanya. Sekiranya dibolehkan aku menjadikan teman baik diantara manusia niscaya saya jadikan Abu Bakar sebagai teman baik. Akan tetapi pertemanan dan persaudaraan atas nama Islam itu lebih utama. Silahkan kalian tutup setiap pintu untukku di masjid kecuali pintu Abu Bakar (HR.Bukhori).
Dalam hadits lain disebutkan,suatu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabat; “ Siapa diantara kalian yang hari ini berpuasa.” Abu Bakar menjawab; “Saya, wahai baginda Rasul. “Siapa diantara kalian yang telah memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab; “Saya, Wahai Rasul.” “Siapa diantara kalian telah mendoakan dan menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab; “Saya, wahai baginda Rasul.” Setelah itu Rasulullah bersabda; “Sekiranya sifat dan perbuatan tersebut dilakukan oleh seseorang maka kelak dia akan masuk surga.”
Wasiat Abu Bakar kepada Umar sebelum ajal menjemputnya sebagaimana diceritakan Abdurrahman bin Abdullah bin Sabith “Pada waktu ajal hendak menjemputnya, beliau memangil Umar. Beliau berkata, “Wahai Umar, ingatlah bahwa ada amalan untuk Allah yang dilakukan siang hari yang Allah tidak akan menerima amalan itu di waktu malam. Dan ada amalan untuk Allah yang di malam hari yang tidak akan diterima di waktu siang. Allah tidak menerima amalan sunnah sehingga yang wajib dilaksanakan. Timbangan amal baik di akherat menjadi berat karena mengikuti jalan kebenaran di dunia hingga Allah beratkan timbangan atas mereka. Dan timbangan (baik) manusia berkurang di akherat karena manusia mengikuti jalan sesat/batil selama di dunia
Ketika beliau wafat, Ali bin Tholib berkata; “Semoga Allah memberikan rahmat kepada Abu Bakar, Kamu adalah saudara Rasulullah, kawan dekat, penghibur duka lara, dan kawan dalam bermusyawarah. Kamu adalah orang pertama yang berislam, yang paling ikhlas beriman kepada Allah dan Rasulul-Nya, yang paling baik dalam persahabatan dan paling mulia diantara kaum lainnya. Kamu juga yang paling serupa dengan Rasulullah ketika diam dan gerak. Allah telah angkat derajat namamu, wahai Abu bakar dalam tingkatan yang paling tinggi. Allah berfirman; “ Dan orang yang percaya dengan kenabian Muhammad.
Dalam riwayat Asakir dari al-Ashma’y disebutkan bahwa Abu Bakar jika dipuji beliau berdo’a “Ya Allah Engkau lebih tahu tentang diriku dan saya lebih tahu dari mereka. Ya Allah berikan kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan. Ampunilah aku dari apa yang mereka tidak tahu dan jangan azab aku dari apa yang mereka katakan.”
Beliau menjabat sebagai kholifah selama dua tahun dan tiga bulan. Wafat pada tahun 12 H berumur 63 tahun, seperti umur Rasulullah ketika wafat. Dikuburkan di dekat kuburan Rasulullah di kamar Aisyah ra.
Sumber:
http://neniy.multiply.com/journal/item/18
http://nyemelo.com/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=79
http://p2tna.wordpress.com/abu-bakar-sidiq/
MariTarbiyah.blogspot.com
Tarbiyah bukan segala-galanya tapi segala-galanya dapat berawal dari tarbiyah
Selasa, 06 Juli 2010
Selasa, 29 Juni 2010
mengenal Allah (Ma'rifatullah)
Mengaku beriman? Pasti dong. Beriman kepada siapa? Tuhan. Ehm, siapa sih Tuhanmu, udah kenal belum? Ya. Sebagian manusia mungkin akan menjawab demikian. Pastinya. Karena kalau hari ini masih mempertanyakan Tuhan, wah gawat. Benar-benar gawat. Terakhir nih yakin sudah kenal dengan Tuhan?
Daripada sibuk tanya jawab langsung saja deh pada topik kita kali ini yaitu mengenal Tuhan yaitu Allah. Tiada Tuhan selain Allah atau kerennya Ma’rifatullah.
Darimana kita tahu kalau nama Tuhan itu Allah? Sangat jelas kawan tertulis dalam Al Qur’an surah Thaha:14 “Sungguh, Aku ini Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakan shalat untuk mengingat Aku.” Wow, tegas banget kan.
Allah juga berfirman dalam surah Ali’Imran:18 “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Dia,(demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
MA’RIFATULLAH??
Ma’rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah, karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu.
Menurut Ibn Al Qayyim : Ma’rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma’rifah (orang-orang yang mengenali Allah) adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya”.
Ma’rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata, namun ma’riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah, mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.
KENAPA KITA HARUS MENGENAL ALLAH? EMANG PENTING?
Ya, PENTING banget. Urgensi atau pentingnya mengenal Allah.
1.Puncak kesadaran yang akan memasukkan manusia ke dalam surga dengan kebajikan-kebajikan yang dilakukannya.
QS Muhammad: 12 “Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan ; dan kelak nerakalah tempat tinggal bagi mereka.”
2.Adalah asas / landasan perjalanan ruhiyah manusia secara keseluruhan
3.Darinya manusia terdorong untuk mengenali Rasul dan nabi
4.Darinya manusia tahu perjalanan hidupnya dan akhir perjalanan hidupnya di alam kubur ke akhirat.
GIMANA CARANYA? DENGAN APA?
Okey!! Adapun sarana Ma’rifatullah:
1.Akal sehat=merenungi ciptaanNya
QS Yunus: 101 “Katakanlah, ‘Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!’ Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (Kebesaran Allah) dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.”
2.Para Rasul
QS Al Hadid:25 “Sungguh, Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong agamaNya dan Rasul-rasulNya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.”
3.Asma wa sifat= nama dan sifat-sifat Allah
Melalui nama dan sifat-sifat Allah yang disertai dengan perenungan makna akan mengenalkan kita padaNya.
Afwan, mungkin hanya ini yang bisa saya tulis pada kesempatan ini. Marilah kita mengenali Allah, Tuhan kita, Tuhan seluruh alam. Tafakuri dan renungilah ciptaanNya!!! Ada bukti-bukti keberadaan Allah di balik daunan hijau dan birunya laut dsb.
Ada sedikt perumpamaan nih, semoga nyambung.
“Kita memiliki tunas-tunas cinta pada Allah. Tunas cinta ini ada pada setiap orang baik itu nasrani, yahudi dll. Bayi itu lahir dengan fitrah, tapi tunas cintanya kepada Allah kemudian mati orang tuanya dank arena pupuk yang salah. Pupuk yang benar untuk terus menumbuhkan tunas itu hingga berbuah adalah Al Qur’an dan hadist.”
Jangan pernah puas dan teruslah belajar dan mencari ilmuNya. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kelengkapan materi.he…he..he. Jazakumullah khaer.
Daripada sibuk tanya jawab langsung saja deh pada topik kita kali ini yaitu mengenal Tuhan yaitu Allah. Tiada Tuhan selain Allah atau kerennya Ma’rifatullah.
Darimana kita tahu kalau nama Tuhan itu Allah? Sangat jelas kawan tertulis dalam Al Qur’an surah Thaha:14 “Sungguh, Aku ini Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakan shalat untuk mengingat Aku.” Wow, tegas banget kan.
Allah juga berfirman dalam surah Ali’Imran:18 “Allah menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Dia,(demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
MA’RIFATULLAH??
Ma’rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah, karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu.
Menurut Ibn Al Qayyim : Ma’rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma’rifah (orang-orang yang mengenali Allah) adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya”.
Ma’rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata, namun ma’riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah, mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.
KENAPA KITA HARUS MENGENAL ALLAH? EMANG PENTING?
Ya, PENTING banget. Urgensi atau pentingnya mengenal Allah.
1.Puncak kesadaran yang akan memasukkan manusia ke dalam surga dengan kebajikan-kebajikan yang dilakukannya.
QS Muhammad: 12 “Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan ; dan kelak nerakalah tempat tinggal bagi mereka.”
2.Adalah asas / landasan perjalanan ruhiyah manusia secara keseluruhan
3.Darinya manusia terdorong untuk mengenali Rasul dan nabi
4.Darinya manusia tahu perjalanan hidupnya dan akhir perjalanan hidupnya di alam kubur ke akhirat.
GIMANA CARANYA? DENGAN APA?
Okey!! Adapun sarana Ma’rifatullah:
1.Akal sehat=merenungi ciptaanNya
QS Yunus: 101 “Katakanlah, ‘Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!’ Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (Kebesaran Allah) dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.”
2.Para Rasul
QS Al Hadid:25 “Sungguh, Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong agamaNya dan Rasul-rasulNya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.”
3.Asma wa sifat= nama dan sifat-sifat Allah
Melalui nama dan sifat-sifat Allah yang disertai dengan perenungan makna akan mengenalkan kita padaNya.
Afwan, mungkin hanya ini yang bisa saya tulis pada kesempatan ini. Marilah kita mengenali Allah, Tuhan kita, Tuhan seluruh alam. Tafakuri dan renungilah ciptaanNya!!! Ada bukti-bukti keberadaan Allah di balik daunan hijau dan birunya laut dsb.
Ada sedikt perumpamaan nih, semoga nyambung.
“Kita memiliki tunas-tunas cinta pada Allah. Tunas cinta ini ada pada setiap orang baik itu nasrani, yahudi dll. Bayi itu lahir dengan fitrah, tapi tunas cintanya kepada Allah kemudian mati orang tuanya dank arena pupuk yang salah. Pupuk yang benar untuk terus menumbuhkan tunas itu hingga berbuah adalah Al Qur’an dan hadist.”
Jangan pernah puas dan teruslah belajar dan mencari ilmuNya. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa tinggalkan komentar demi kelengkapan materi.he…he..he. Jazakumullah khaer.
Sabtu, 26 Juni 2010
Menggali Urgensi Tarbiyah
Ini adalah awal aku ngeblog dengan tema khusus. Apalagi harus menyebarkan informasi yang penting ini. Tapi karena pengalaman pribadi yang pernah kesulitan mencari materi-materi islami untuk bahan referensi, maka aku mulai berpikir untuk mengumpulkan materi yang kudapat diberbagai tempat, acara dan pemateri.
Bukannya sok tahu atau sudah mendapatkan ilmu yang lebih. Bukan. Tetapi bukankah sedikit ilmu yang didapat harus disebar. “Sampaikanlah walau satu ayat”. Semoga bisa membantu pengunjung untuk memperoleh sesuatu yang bermanfaat.
Kenapa judul blognya Mari tarbiyah? Apasih tarbiyah itu? Awalnya aku juga masih baru dan tidak tahu tentang tarbiyah. Daripada bingung, simak yuk!!! Beberapa hal tentang tarbiyah yang pernah ku dapat.
TARBIYAH= PENDIDIKAN
Secara umum tarbiyah adalah cara ideal dalam berinteraksi dengan fitra manusia, baik secara langsung berupa keteladanan, dengan system dan perangkat khas untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.
Secara bahasa tarbiyah itu pembentukan (tansyi’ah), pemeliharaan (riayah), pengembangan (tanmiyah), pengarahan (taujih), pemberdayaan (at tauzhif).
TARBIYAH, HARUSKAH?
Ya, kawan. Kenapa, mengapa, kok bisa? Itu dulu juga pertanyaan-pertanyaan yang membingungkanku. Ah, langsung saja pada intinya. Ini nih pentingnya tarbiyah. Yang sebenarnya adalah fitrah manusia membutuhkannya.
1. Asy-syams:8-10 “maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” So, kawan jalan takwa itu bisa ditempuh melalui tarbiyah.
2. Al-jumu’ah:2 “Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. ” Demikianlah tarbiyah yang sesungguhnya.
3. Al-Baqarah: 151”sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu dan mengajarkan kepada Kitab dan Hikmah (Sunnah),serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.” Seperti itulah cara tarbiyah Rasulullah.
KALO PENTING GITU, EMANG APA TUJUANNYA?
Ehm, kawan, tarbiyah itu bukan sekedar transfer ilmu tapi integral pembentukan pribadi muslim ideal. Tujuannya:
a. Ibadah kepada Allah semata dengan amal yang nyata sesuai dengan syariatNya
b. Tegaknya khilafah Allah di bumi. Yakni pemakmuran bumi dan pemanfaatan segala sesuatu yang Allah berikan untuk umat
c. Terpeliharanya hubungan baik sesama manusia
d. Tegaknya kepemimpinan dunia
e. Terwujudnya pengamalan syariat Allah
ALLAHU AKBAR, aduh capek juga ngetiknya. Masih banyak sih yang ingin aku bagi seputar tarbiyah. Tapi ini dulu aja ya. Semoga masih ada umur panjang untuk menulis lebih banyak lagi. Jangan puas dengan ini aja ya, mesti mencari terus materi yang dapat menguatkan dan menjawab semua pertanyaan kita, biar mantap. He..he..he. Terakhir MARI TARBIYAH!
Aku sangat senang kalau kawan pengunjung mau meninggalkan komentar disini, demi kelengkapan materi, saran dan kritik untuk materi selanjutnya.
Bukannya sok tahu atau sudah mendapatkan ilmu yang lebih. Bukan. Tetapi bukankah sedikit ilmu yang didapat harus disebar. “Sampaikanlah walau satu ayat”. Semoga bisa membantu pengunjung untuk memperoleh sesuatu yang bermanfaat.
Kenapa judul blognya Mari tarbiyah? Apasih tarbiyah itu? Awalnya aku juga masih baru dan tidak tahu tentang tarbiyah. Daripada bingung, simak yuk!!! Beberapa hal tentang tarbiyah yang pernah ku dapat.
TARBIYAH= PENDIDIKAN
Secara umum tarbiyah adalah cara ideal dalam berinteraksi dengan fitra manusia, baik secara langsung berupa keteladanan, dengan system dan perangkat khas untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.
Secara bahasa tarbiyah itu pembentukan (tansyi’ah), pemeliharaan (riayah), pengembangan (tanmiyah), pengarahan (taujih), pemberdayaan (at tauzhif).
TARBIYAH, HARUSKAH?
Ya, kawan. Kenapa, mengapa, kok bisa? Itu dulu juga pertanyaan-pertanyaan yang membingungkanku. Ah, langsung saja pada intinya. Ini nih pentingnya tarbiyah. Yang sebenarnya adalah fitrah manusia membutuhkannya.
1. Asy-syams:8-10 “maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” So, kawan jalan takwa itu bisa ditempuh melalui tarbiyah.
2. Al-jumu’ah:2 “Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. ” Demikianlah tarbiyah yang sesungguhnya.
3. Al-Baqarah: 151”sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu dan mengajarkan kepada Kitab dan Hikmah (Sunnah),serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.” Seperti itulah cara tarbiyah Rasulullah.
KALO PENTING GITU, EMANG APA TUJUANNYA?
Ehm, kawan, tarbiyah itu bukan sekedar transfer ilmu tapi integral pembentukan pribadi muslim ideal. Tujuannya:
a. Ibadah kepada Allah semata dengan amal yang nyata sesuai dengan syariatNya
b. Tegaknya khilafah Allah di bumi. Yakni pemakmuran bumi dan pemanfaatan segala sesuatu yang Allah berikan untuk umat
c. Terpeliharanya hubungan baik sesama manusia
d. Tegaknya kepemimpinan dunia
e. Terwujudnya pengamalan syariat Allah
ALLAHU AKBAR, aduh capek juga ngetiknya. Masih banyak sih yang ingin aku bagi seputar tarbiyah. Tapi ini dulu aja ya. Semoga masih ada umur panjang untuk menulis lebih banyak lagi. Jangan puas dengan ini aja ya, mesti mencari terus materi yang dapat menguatkan dan menjawab semua pertanyaan kita, biar mantap. He..he..he. Terakhir MARI TARBIYAH!
Aku sangat senang kalau kawan pengunjung mau meninggalkan komentar disini, demi kelengkapan materi, saran dan kritik untuk materi selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)